
Indeks dolar terhadap sekelompok mata uang utama dikisaran 100,570 setelah mencapai 100,410 (DXY), terendah sejak 9 Februari, semalam ketika tergelincir 0,7 persen.
Dolar AS berkutat di low satu minggu terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Jumat (17/Feb) pagi ini. Data-data ekonomi AS yang cemerlang kemarin malam rupanya gagal mengangkat yield obligasi pemerintah AS. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor, berada di angka 100.570, setelah menyentuh level 100.410, terendah sejak tanggal 9 Februari.
Indeks
itu telah melonjak ke level tertinggi satu bulan 101,760 baru-baru ini
pada hari Rabu, karena Ketua Federal Reserve Janet Yellen berbicara
dalam mendukung kenaikan suku bunga jangka pendek dan pasar juga melihat
inflasi AS yang kuat dan data penjualan retail .
Indikator
dirilis pada hari Kamis menjelaskan lebih positif pada ekonomi AS,
dengan indeks manufaktur Philadelphia melompat ke level tertinggi
33-tahun.
Namun
data yang kuat tidak mampu mempertahankan kenaikan imbal hasil Treasury
yang sudah naik ke level tertinggi tiga minggu pertengahan pekan,
meninggalkan dolar untuk meluncur.
Selain
itu, masalah yang dihadapi pemerintahan Presiden AS Donald Trump,
disorot oleh pengunduran diri Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn
awal pekan ini, yang juga merupakan sumber kekhawatiran investor.
Dolar
sedikit berubah pada ¥ 113,280 setelah kehilangan 0,8 persen semalam.
Euro menyentuh level lebih rendah pada $ 1,0668 setelah naik 0,7 persen
hari sebelumnya. Berada di jalur untuk menambah keuntungan 0,2 persen
terhadap greenback minggu ini.
Sterling
sedikit berubah pada $ 1,2482 setelah naik 0,3 persen semalam. Dolar
Australia, yang telah memperoleh dukungan terus tahun ini berkat hasil
imbang dari hasil yang relatif tinggi di negara itu, berada dikisaran $
0,7691. Aussie tidak jauh dari puncak tiga bulan $ 0,7732 yang dicetak
pada hari Kamis seiring data tenaga kerja yang kuat.
USD/JPY
USD/JPY sedikit berubah di posisi 113.367, naik sedikit dari sebelumnya di angka 113.280. Malam tadi, USD/JPY tergelincir 0.8 persen. Pada Rabu lalu, USD/JPY mencapai level tinggi dua minggu di angka 114.955."Walaupun Jepang tampak menghindar dari kritik terhadap Yen dalam pertemuan terbaru (Trump dan Abe), tetap saja tidak mengubah fakta bahwa pengawasan mata uang Jepang masih lemah," kata Makoto Noji, senior strategist di SMBC Nikko Securities. Noji menambahkan bahwa Yen masih relatif lemah, dan ketakutan akan penguatan Dolar AS lebih lanjut berdampak pada terbatasnya penguatan USD/JPY.
"Semburan reli Dolar terjadi pada minggu ini, tetapi tampaknya kurang meyakinkan. Lihat saja USD/JPY yang urung menyentuh ambang level 115.00," kata Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Forex Senior di IG Securities Tokyo. "Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih mencoba untuk mencerna implikasi kebijakan Presiden AS, khususnya kebijakan perdagangan yang kemungkinan tidak mendukung Dolar,"
Sementara itu, Euro sempat menyentuh level rendah terhadap Dolar AS pada hari Rabu lalu di angka 1.521. Namun, EUR/USD terus mendaki hingga diperdagangkan di angka 1.0673 hari ini. Minggu ini, EUR/USD sedang dalam jalur mengumpulkan kenaikan sebanyak 0.2 persen.
GBP/USD sedikit berubah di angka 1.2482 setelah mendapat perolehan 0.3 persen malam tadi. Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di angka 1.2505.
AUD/USD, yang menjadi pair mata uang berperolehan paling stabil tahun 2017 ini berkat tingginya yield obligasi Australia, terpantau flat di angka 0.7706 saat berita ini ditulis, Aussie berada tak jauh dari level tinggi tiga bulan di angka 0.7732 yang tercapai kemarin setelah data ketenagakerjaan.
0 komentar:
Post a Comment