Janet Yellen 19/01
Ekonomi
AS sedang positif sehingga membuat lapangan kerja membaik dan target
inflasi Federal Reserve terus bergerak menuju 2 persen, dan itu “masuk
akal” bagi bank sentral AS untuk secara bertahap menaikkan suku bunga,
ujat Ketua Fed Janet Yellen pada hari Rabu.
“Menunggu
terlalu lama untuk mulai bergerak berpotensi akan membuat risiko
kejutan buruk pada inflasi dan ketidakstabilan keuangan, atau keduanya,”
kata Yellen di acara Commonwealth Club of California di San Francisco.
“Dalam
skenario itu, kita bisa dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih cepat,
yang pada gilirannya dapat mendorong ekonomi ke resesi baru.”
The
Fed menaikkan suku bunga jangka pendek pada bulan lalu untuk kedua
kalinya sejak krisis keuangan 2007-2009, dengan memotong suku bunga
mendekati nol dan mulai membeli sejumlah besar obligasi dan sekuritas
berbasis mortgage untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang.
Kenaikan suku bunga pada bulan Desember mencerminkan kepercayaan ekonomi AS akan terus pulih, kata Yellen.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Presiden dan Pejabat Kepala Eksekutif Federal Reserve Bank of San Francisco; Ketua Dewan Penasihat Gedung Putih pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton; dan dosen emeritus di Universitas California, Berkeley, Haas School of Business. Pada 6 Januari 2014, Senat Amerika Serikat menerima pencalonan Yellen sebagai Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve.[1] Yellen dilantik tanggal 3 Februari 2014 dan menjadi wanita pertama yang menduduki jabatan tersebut.[2]

0 komentar:
Post a Comment